Jenis-jenis Penyakit Kulit Yang Mewabah Saat Musim Kemarau Tiba, Begini Solusi dan Perawatannya
Gitablogsport.com - Kini kekeringan sudah tiba. Musim kemarau banyak memunculkan masalah kesehatan. Selain flu, penyakit kulit sangat rentan terjadi pada musim kemarau ini.
![]() |
(image source : kompas.com) |
Musim panas cenderung lebih gampang merusak kulit tubuh akibat suhu dan kelembapan yang tinggi. Sinar matahari yang menyengat, polutan berbahaya di udara, hingga keringat berlebih.
Selama musim kemarau, beberapa penyakit kulit yang sering terjadi termasuk:
- Keringat Berlebihan (Prickly Heat): Keringat yang terperangkap di bawah lapisan kulit dapat menyebabkan iritasi dan ruam kulit yang disebut prickly heat. Ini biasanya terjadi di daerah dengan banyak kelenjar keringat seperti leher, ketiak, dan lipatan kulit.
- Eksim (Eczema): Musim kemarau dengan kelembaban rendah dan kulit yang cenderung kering dapat memperburuk gejala eksim. Eksim ditandai dengan kulit kering, gatal, dan kadang-kadang munculnya ruam merah dan bengkak.
- Psoriasis: Psoriasis adalah penyakit kulit kronis yang ditandai oleh munculnya plak merah dengan kulit yang bersisik. Cuaca kering dan panas bisa memicu atau memperburuk kondisi ini.
- Infeksi Jamur: Musim kemarau yang panas dan lembab dapat menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan jamur kulit, seperti kurap (ringworm) atau kandidiasis kulit. Ini dapat menyebabkan gejala seperti gatal, kemerahan, dan ruam.
- Kulit Kering (Xerosis): Musim kemarau sering membuat kulit menjadi lebih kering dan kasar. Kulit yang sangat kering dapat pecah, mengelupas, dan bahkan terinfeksi jika tidak diatasi dengan baik.
- Sinar Matahari Berlebihan: Paparan sinar matahari yang berlebihan selama musim kemarau dapat menyebabkan sunburn (luka bakar matahari) dan meningkatkan risiko kanker kulit. Penting untuk menggunakan tabir surya dan melindungi kulit Anda dari sinar UV berbahaya.
- Kutil (Warts): Kondisi ini disebabkan oleh virus dan dapat berkembang lebih baik pada kulit yang lembap. Terutama di musim kemarau, Anda mungkin akan lebih sering berada di kolam renang atau tempat umum yang lembap, yang bisa meningkatkan risiko penularan kutil.
- Kutu Air (Athlete's Foot): Jamur yang menyebabkan kutu air berkembang pesat di lingkungan lembap. Musim kemarau yang panas bisa meningkatkan risiko infeksi ini, terutama jika Anda berbagi alas kaki atau berjalan di area umum yang lembap.
- Hindari mandi air panas: Mandi dengan air panas dapat menghilangkan minyak alami kulit dan membuatnya lebih kering. Coba gunakan air hangat atau bahkan air sejuk untuk mandi.
- Pilih sabun yang lembut: Gunakan sabun atau produk pembersih yang lembut dan bebas pewangi yang dapat mengiritasi kulit. Pilih produk yang diformulasikan khusus untuk kulit sensitif atau kering.
- Gunakan pelembap: Oleskan pelembap secara teratur setelah mandi atau saat kulit terasa kering. Pilih pelembap yang cocok untuk jenis kulit Anda, dan pastikan untuk melindungi area yang cenderung kering, seperti siku dan lutut.
- Hindari gosokan kasar: Hindari menggosok kulit dengan handuk secara kasar setelah mandi. Sebaiknya tepuk-tepuk kulit dengan lembut untuk mengeringkannya.
- Gunakan pakaian yang longgar dan berbahan lembut: Pakaian yang ketat atau berbahan kasar dapat mengiritasi kulit. Pilih pakaian yang longgar dan terbuat dari bahan alami seperti katun.
- Hindari paparan panas dan sinar matahari berlebihan: Jika mungkin, hindari paparan langsung sinar matahari selama jam-jam terpanas. Gunakan tabir surya ketika berada di luar ruangan.
- Minum cukup air: Pastikan Anda tetap terhidrasi dengan baik dengan minum cukup air. Kulit yang terhidrasi dengan baik lebih mungkin tetap sehat.
- Hindari produk beraroma dan pewarna: Produk seperti deterjen, lotion, atau deterjen pakaian yang beraroma atau mengandung pewarna dapat mengiritasi kulit. Pilih produk yang bebas dari bahan-bahan ini.
- Gunakan obat topikal: Jika gatalan sangat mengganggu, Anda dapat menggunakan krim atau lotion topikal yang mengandung hydrocortisone atau bahan-bahan lain yang dapat membantu mengurangi gatalan. Namun, gunakan sesuai petunjuk dokter atau label.
- Konsultasikan dengan dokter: Jika kulit gatal terus-menerus, sangat parah, atau tidak membaik dengan perawatan mandiri, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan seorang dokter atau ahli kulit. Mereka dapat membantu menentukan penyebab gatalan dan memberikan perawatan yang sesuai.